Cara Lelaki Menyatakan Cinta

Tidak semua orang bisa mengekspresikan perasaan melalui kata-kata. Ada banyak alasan yang bisa digunakan untuk memahami pernyataan ini. Di antaranya adalah terkait karakter personal, ada orang yang pandai merangkai kata-kata, namun ada orang yang minim kosa kata. Alasan lainnya adalah, kata-kata tidak selalu mampu mewakili perasaan jiwa. Sangat banyak keterbatasan kata-kata untuk menyatakan perasaan dalam jiwa manusia.

Bagi kebanyakan lelaki, cinta dan kasih sayang tidak harus diucapkan secara verbal. Selain karena kebanyakan laki-laki memang tidak suka ungkapan verbal, mereka merasa sudah cukup menunjukkan cintanya lewat sikap dan perbuatan nyata. Dengan akal dan logikanya, lelaki membandingkan “apa gunanya banyak mengobral rayuan mesra tapi tidak mau bekerja memenuhi kebutuhan hidup keluarga”.

Untuk itu, para istri jangan cepat menilai suaminya tidak cinta kepadanya, atau tidak memiliki romantisme, hanya karena suami tidak pernah mengucapkan kalimat “I love you” atau yang semacam itu. Seringkali suami merasa dipaksa untuk menjadi pujangga, padahal ia ingin mencintai istri dengan caranya sendiri. Bukan dengan cara orang-orang lainnya.

Pahamilah bahwa perasaan cinta bisa diekspresikan melalui banyak cara, tidak harus dengan kata-kata. Berikut beberapa cara lelaki dalam mengungkapkan cinta mereka kepada istri, tanpa harus mengucapkan kalimat “I love you”.

  1. Aktivitas fisik yang berkesan

Aktivitas fisik yang berkesan merupakan salah satu bukti rasa cinta. Jika suami senang memijit istri dengan lembut, atau menggandeng tangan istri, memeluk atau mencium dalam durasi waktu yang lama, pertanda ia sangat mencintai istrinya. Apalagi ketika suami selalu ingin dekat secara fisik, bahkan ketika dalam bepergian.

Ada seorang suami yang sangat senang pergi dengan sang istri mengendarai sepeda motor, padahal ia memiliki mobil yang sangat bagus. Perjalanan cukup jauh ditempuh dengan sepeda motor, karena dengan cara itu ia selalu merasakan kehangatan tubuh istrinya. Jika mengendarai mobil, ia harus duduk terpisah dari sang istri. Dengan motor, ia bisa melekat dengan tubuh istri. Luar biasa. Baca lebih lanjut

Iklan

Kisah sedih Bilal bin Rabah

Suatu malam, jauh sepeninggal Rasulullah, Bilal bin Rabbah, salah seorang sahabat utama, bermimpi dalam tidurnya. Dalam mimpinya itu, Bilal bertemu dengan Rasulullah.

“Bilal, sudah lama kita berpisah, aku rindu sekali kepadamu,” demikian Rasulullah berkata dalam mimpi Bilal.

“Ya, Rasulullah, aku pun sudah teramat rindu ingin bertemu dan mencium harum aroma tubuhmu,” kata Bilal masih dalam mimpinya. Setelah itu, mimpi tersebut berakhir begitu saja. Dan Bilal bangun dari tidurnya dengan hati yang gulana. Ia dirundung rindu.

Keesokan harinya, ia menceritakan mimpi tersebut pada salah seorang sahabat lainnya. Seperti udara, kisah mimpi Bilal segera memenuhi ruangan kosong di hampir seluruh penjuru kota Madinah. Tak menunggu senja, hampir seluruh penduduk Madinah tahu, semalam Bilal bermimpi ketemu dengan nabi junjungannya.

Hari itu, Madinah benar-benar terbungkus rasa haru. Kenangan semasa Rasulullah masih bersama mereka kembali hadir, seakan baru kemarin saja Rasulullah tiada. Satu persatu dari mereka sibuk sendiri dengan kenangannya bersama manusia mulia itu. Dan Bilal sama seperti mereka, diharu biru oleh kenangan dengan nabi tercinta. Baca lebih lanjut

Doa Ayah pun Mustajab (Kisah Said Bin Zaid Bin Amru Bin Nufail)

Said bin Zaid bin Amru bin Nufail Al Adawi atau sering juga disebut sebagai Abul A’waar lahir di Mekah 22 tahun sebelum Hijrah. Beliau termasuk sepuluh orang yang diberi kabar gembira akan masuk surga oleh Nabi saw.

“Wahai Allah, jika Engkau mengharamkanku dari agama yang lurus ini, janganlah anakku Sa’id diharamkan pula daripadanya.” (Doa Zaid untuk anaknya Said).

Ayah Said bernama Zaid bin Amru bin Nufail, tidak suka dan tidak pernah mau mengikuti ajaran jahiliyah. Beliau, yang diberi gelar Hanif, adalah penyelamat bayi perempuan yang ingin di bunuh oleh bapaknya pada masa tersebut dan mengambilnya sebagai anak angkat. Beliau juga tak pernah menyekutukan Allah, juga tak pernah menggunakan apa pun sebagai perantaranya dengan Allah. Beliau pernah mempelajari agama Yahudi dan Nasrani, tapi masih juga tak puas, sampai akhirnya beliau bertemu dengan seorang rahib yang memberi tahu bahwa Allah akan mengirimkan seorang Nabi dari kalangan bangsa Arab. Oleh karena itu beliau memutuskan untuk kembali ke Mekah. Di tengah jalan beliau terbunuh oleh kawanan perampok sehingga tak sempat kembali ke Mekah. Tapi doanya agar Allah tidak menghalangi anaknya masuk Islam sebagaimana beliau terhalang, terkabul.

Baca lebih lanjut

Kisah Nyata : Tas Siswi SMA yang Menyadarkan

Pihak sekolah SMA Putri di kota Shan’a yang merupakan ibu kota Yaman menetapkan kebijakan adanya pemeriksaan mendadak bagi seluruh siswi di dalam kelas. Sebagaimana yang ditegaskan oleh salah seorang pegawai sekolah bahwa tentunya pemeriksaan itu bertujuan merazia barang-barang yang di larang di bawa ke dalam sekolah, seperti : telepon genggam yang di lengkapi dengan kamera, foto-foto, surat-surat, alat-alat kecantikan dan lain sebagainya. Yang mana seharusnya memang sebuah lembaga pendidikan sebagai pusat ilmu bukan untuk hal-hal yang tidak baik..
Lantas pihak sekolah pun melakukan sweeping di seluruh kelas dengan penuh semangat. Mereka keluar kelas, masuk kelas lain. Sementara tas para siswi terbuka di hadapan mereka. Tas-tas tersebut tidak berisi apapun melainkan beberapa buku, pulpen, dan peralatan sekolah lainnya..
Semua kelas sudah dirazia, hanya tersisa satu kelas saja. Dimana kelas tersebut terdapat seorang siswi yang menceritakan kisah ini. Apa gerangan yang terjadi ?!
Seperti biasa, dengan penuh percaya diri tim pemeriksa masuk ke dalam kelas. Mereka lantas meminta izin untuk memeriksa tas sekolah para siswi di sana. Pemeriksaan pun di mulai..
Di salah satu sudut kelas ada seorang siswi yang di kenal sangat tertutup dan pemalu. Ia juga di kenal sebagai seorang siswi yang berakhlak sopan dan santun. Ia tidak suka berbaur dengan siswi-siswi lainnya, ia suka menyendiri, padahal ia sangat pintar dan menonjol dalam belajar..

Pria Yahudi Mengislamkan Jutaan Orang

Jad adalah seorang pria keturunan Yahudi. Di pertengahan hidupnya, ia memeluk agama Islam. Setelah bersyahadat, ia mengubah namanya menjadi Jadullah Al-Qur’ani.

Jad pun memutuskan hidupnya untuk berkhidmat dalam dakwah Islamiyah. Dia berdakwah ke negara-negara Afrika dan berhasil mengislamkan jutaan orang.

Sejatinya, Ibunda Jadullah adalah Yahudi fanatik, seorang dosen di salah satu lembaga tinggi. Namun di tahun 2005, dua tahun setelah kematian Jadullah, ibunya memeluk agama Islam.

Ibunda Jadullah menuturkan, putranya menghabiskan usianya dengan berdakwah. Dia mengaku telah melakukan beragam cara untuk mengembalikan putranya pada agama Yahudi. Namun, selalu gagal.

”Mengapa seorang Ibrahim yang tidak berpendidikan dapat mengislamkan putraku,” ujar sang ibu terheran-heran. Sedangkan dia yang berpendidikan tinggi tak mampu menarik hati putranya sendiri kepada agama Yahudi.

Kisah Jad dan Ibrahim

Lima puluh tahun lalu di Prancis, Jad bertetangga dengan seorang pria Turki berusia 50 tahun. Pria tersebut bernama Ibrahim. Ia memiliki toko makanan yang letaknya di dekat apartemen tempat keluarga Jad tinggal. Saat itu usia Jad baru tujuh tahun.

Jad seringkali membeli kebutuhan rumah tangga di toko Ibrahim. Setiap kali akan meninggalkan toko, Jad selalu mengambil coklat di toko Ibrahim tanpa izin alias mencuri.
Baca lebih lanjut